Problematika dan Prospek Pembangunan dan Pengembangan Masyarakat Desa Kubangdeleg

Sebagaimana kita tahu, Indonesia merupakan Negara di mana terdapat banyak Desa-desa. Sesuai dengan kondisi geografisnya, Desa-desa di seantero Indonesia memiliki potensinya masing-masing. Hanya saja, Kendati pun banyak potensi di Desa-desa, ternyata tidak selalu berbanding lurus dengan realitasnya. Sumber daya alam yang melimpah misalnya, tidak diimbangi dengan sumber daya manusia yang mumpuni. Akibatnya Desa-desa masih banyak yang tertinggal dan tidak berdaya masyarakatnya. Bahkan besarnya dana Desa yang digelontorkan oleh Pemerintah pun tidak lantas membuat Desa bisa maju dan berdaya.

Tampaknya problem itulah yang secara umum dialami oleh Desa-desa di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Tak terkecuali Desa Kubangdeleg, Kecamatan Karangwareng. Salah satu Desa yang terdapat di wilayah Kabupaten Cirebon sebelah Timur dari pusat Pemerintahan Kabupaten Cirebon di Sumber. Desa Kubangdeleg sendiri dipimpin oleh seorang Kepala Desa atau Kuwu. Terdapat lebih dari 5.000 jiwa, di mana terbagi menjadi 6 Dusun dari 1 sampai 4. 4 Dusun berada di dekat induk Desa, 2 Dusun lainnya merupakan cantilan, yang lokasinya berjauhan dengan induk Desa.

Sekadar selayang pandang potensi Desa Kubangdeleg, di dalam bidang dakwah, Desa Kubangdeleg cukup potensial. Terdapat banyak Majelis Taklim, Masjid, Mushalla, Madrasah Diniyah, dll, dengan kegiatan keagamaan yang beragam. Dalam bidang pendidikan, terdapat berbagai lembaga pendidikan mulai dari tingkat PAUD sampai SMA. Dalam bidang lingkungan, akan ada 2 tempat pengelolaan sampah. Sementara dalam bidang ekonomi dan pariwisata, ada lembaga BUMDes Mitra Pawana yang juga tengah merintis Wisata Desa bersama Pemerintah Desa Kubangdeleg.

Hanya saja memang, dari sekian banya potensi Desa Kubangdeleg, ada satu problem yang paling mendasar dan substansial yakni kekurangan SDM yang terampil. SDM yang berkarakter relawan yang siap mengabdi kepada Desa. Sayangnya, masyarakat Desa masih terpaku pada jabatan di Pemerintah Desa. Padahal transformasi sosial bisa dilakukan melalui banyak jalan dan cara. Nah, melalui pelatihan kader relawan ini diharapkan perwakilan masyarakat Desa ini akan mampu tergugah kepekaan dan kepedulian sosialnya. Sampai kemudian secara bertahap akan bergerak mengembangkan dan memajukan Desa.

Pelatihan ini bertujuan agar masyarakat Desa memahami problem Desanya. Agar dari berbagai problem itu bisa dicarikan solusinya seperti apa, setelah sebelumnya dipetakan dan dianalisis. Oleh karena itu, tidak ada jalan lain kecuali masyarakat Desa harus terus melakukan peningkatan kualitas diri dan masyarakat. Setidaknya pertama, berkaitan dengan ilmu dan pengetahuan. Desa Kubangdeleg akan maju dan berkembang, kalau masyarakatnya berilmu dan berpengatahuan. Ilmu dan pengetahuan merupakan sumber transformasi sosial agar menjadi efektif.

Kedua, keterampilan. Masyarakat Desa tidak boleh sembarangan dalam mengembangkan Desa kalau tanpa keterampilan. Keterampilan ini bisa jadi dimiliki banyak orang, akan tetapi keberadaannya tidak tergali. Maka keterampilan sangat penting digali agar potensi-potensi yang ada di Desa betul-betul bisa dioptimalkan lagi untuk kesejahteraan masyarakat Desa. Tanpa keterampilan yang digarap dengan baik, masyarakat Desa hanya akan jadi beban dan pengangguran yang jumlahnya akan semakin banyak.

Ketiga, karakter. Karakter ini yang sulit. Entah sudah berapa tahun lamanya masyarakat Desa kehilangan sosok teladan. Sebagai corong perilaku dan kehidupan bermasyarakat. Sebab yang banyak terjadi, masyarakat Desa perilaku yang individualistis, kurang peduli sosial, dan tidak punya keterpanggilan hati untuk memberdayakan Desa. Sudah saatnya, para calon relawan Desa yang sekarang sedang dilatih bisa menjadi contoh sebagai masyarakat yang patut dicontoh dan berkarakter.

Sebagaimana kita tahu, selain problem utama soal SDM, di Desa Kubangdeleg juga banyak terdapat masalah turunan yang lain. Di antaranya Bank keliling yang menjerat hutang masyarakat, pemuda Desa yang tidak berdaya, anak-anak yang minim tempat bermain, rentan kenakalan, masih banyak pengangguran, dan masih banyak lagi. Pelatihan selama 2 hari ini didesain ke arah sana, agar tumbuh kepekaan dan kepedulian dari para relawan Desa yang akan berjuang memajukan Desa khususnya di Kubangdeleg. Semoga Allah memudahkan dan meridai.

Wallahu a’lam

Oleh
Mamang M Haerudin (Aa), M.Pd.I
Disampaikan pada Pelatihan Penguatan Kompetensi Kader Relawan Pengembangan Masyarakat Desa, 29-30 November 2023, di Balai Desa Kubangdeleg, LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *